• Timeline
  • About shop
Masjid Jami Matraman: Warisan Perjuangan dan Dakwah Terletak hanya 300 meter dari Gedung Proklamasi di Jakarta Pusat, Masjid Jami Matraman dibangun pada tahun 1837 oleh keturunan prajurit sukarelawan Mataram. Berarsitektur Timur Tengah dan India, masjid ini menjadi pusat dakwah dan simbol perjuangan melawan penjajahan Belanda. Masjid ini pernah diancam pembongkaran oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1920 karena ajarannya dianggap membangkitkan semangat kemerdekaan, tetapi penolakan gigih para tokoh masyarakat berhasil menyelamatkannya. Pada tahun 1923, masjid ini bahkan direnovasi oleh pemerintah kolonial. Kini, Masjid Jami Matraman menjadi saksi sejarah perjuangan dan dakwah Islam di Betawi.
Masjid Jami Matraman, didirikan pada tahun 1837 oleh Haji Mursalun dan Bustanil Arifin, merupakan peninggalan prajurit Mataram yang menetap di Betawi setelah upaya Sultan Agung merebut Batavia. Terletak di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat, sekitar 300 meter dari Gedung Proklamasi, masjid ini memiliki arsitektur bergaya Timur Tengah dan India, dengan kubah besar dan dua menara kuning keemasan. Pada peresmiannya, shalat Jumat dipimpin oleh Pangeran Jonet dari Yogyakarta, ahli waris Pangeran Diponegoro. Masjid ini menjadi pusat dakwah yang menyebarkan ajaran tauhid dan semangat kemerdekaan, sehingga aktivitasnya diawasi ketat oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada tahun 1920, pemerintah berencana membongkar masjid ini, namun mendapat penolakan keras dari tokoh masyarakat dan ulama setempat. Akhirnya, rencana tersebut dibatalkan, dan pada tahun 1923, pemerintah kolonial bahkan melakukan renovasi terhadap bagian masjid yang rusak.

home
Nature of busines

Masjid

location_on
Address

Pegangsaan, Menteng, Central Jakarta City, Jakarta, Indonesia

access_time
Hours
smartphone
Phone

0